Jul 15th, 2010 | Uncategorized | 7 Comments
Malam itu terasa beda, kejadian minggu lalu ini membuat istriku tak bisa tidur hingga subuh tiba. Ketakutannya terhadap makhluk halus terus saja menghantui fikirannya.
Ketika itu Piala Dunia sedang libur dan mempersiapkan ajang final. Proyektor di depan rumah pun tak digelar dan tak ada tanda kehidupan saat itu. Jam setengah 10 malam aku pun meluruskan badan di ranjang kamar, karena istriku belum mengantuk dia hanya membacakan buku utk kandungannya. Konon metode terbaru utk mengenalkan tulisan sejak dalam kandungan adalah salah satu cara utk melatih bayi agar menjadi cerdas. Maka, setiap malam cerita-cerita rakyat dan nabi-nabi di baca oleh istriku berharap bayi dalam kandungan mendengarkan dengan seksama, tapi aku rasa itu berhasil ! karena setiap hal2 seru yg keluar dari mulut istriku, bayi dalam kandungan menendang dinding perut menandakan dia memberi respon atas cerita yg diceritakan istriku.
Malam itu aku benar-benar tidur terlelap, tepat jam setengah 12 malam aku dibangunkan istriku karena ada yg mengetok pintu lumayan keras. Aku pun disuruh ngecek, apakah benar ada orang di depan pintu. Tapi buat apa malam2 begini bertamu ? setelah melewati ruang tamu, aku tak merasakan ada orang didepan pintu. Memastikan agar istriku puas, membuka pintu dan mencari tau hingga keluar pagar depan rumah. Semua terlihat sunyi, angin dan suara malam pun tak terdengar, hanya seperti malam di tengah hutan.Motor yg lalu lalang jarang-jarang pun tak ada. Aku berdiri didepan pagar selama beberapa menit, nihil ! tak ada kehidupan selain aku dan istri.
Merasakan hal yg tak enak. Aku pun beranjak kembali kerumah dan ingin menikmati lagi indahnya mimpi. Istriku pun memelukku dan kurasakan getaran tubuhnya karena takut. Tak ada suara satupun keluar dari mulutnya, hanya erat memelukku.
Aku pun tak berhasil memejamkan mata, otakku terus berfikir kenapa ada ketukan pintu tak bertuan. Istriku masih diam membisu, kali ini dia sangat jinak seperti kelinci yg telah kenyang makan sayuran. Tak tau berapa lama aku terjaga, aku pun mendengar suara ketukan jendela kamar. Duk…duk…duk… aku coba intip istriku melarang, padahal angin tak ada. Dan kemungkinan jendela di ketuk oleh ranting pohon terasa tak mungkin.
Jadilah malam itu, kami menikmati alunan suara malam yg cukup menyeramkan. Paginya, kami menanyakan perihal ketukan pintu jam setengah 12. ternyata memang tadi malam tak ada orang sama sekali. Semua terlelap tidur cepat, termasuk tetangga sebelah rumah yg aku curigai iseng.
Kata tetangga, dan orangtua. Itulah yg memang akan di alami oleh wanita hamil tua. “orang” sekitar lingkungan situ pasti tergoda utk mendekat, karena kata orangtua dulu. Wanita hamil itu sungguh harum bagi “mereka”. Walhasil sekarang dibawah bantal istriku terdapat Jeruk nipis, gunting kecil, bulu landak, garam sedikit dan sapu lidi di bawah ranjang. Tak taulah buat apa, ikuti sajalah apa kata orang tua ?
Jul 4th, 2010 | Uncategorized | 10 Comments
Lagi-lagi ada segudang alasan aku tidak bisa nulis di blog ini. Waktu ? ada banyak kok, tenaga ? masih bisa anu setiap hari, koneksi ? lancar2 aja kok malahan facebook terus update ! Bagaimana dengan rasa malas ? nah, mungkin inilah jawaban yg tepat alasan kenapa aku tak “rajin” update blog ini.
Malas selalu diminati oleh sekelompok orang. Leyeh2 tuh hukumnya wajib kalo weekend kan ? nah, leyeh2ku sekarang bukan hanya weekend, tetapi di tambah setiap malam sepulang kerja.
Satu mei 2010 aku dan istri telah pindah ke rumah kontrakan baru, tepatnya rumah sewaan ! karena bayarnya perbulan sudah termasuk listrik dan air. Rumah sewaan ini dulunya adalah rumah anak Pak Adi selaku pemilik kontrakan. Tetapi karena anaknya merantau ke negara tetangga utk belajar, kami pun di beri kesempatan utk menempati rumah tersebut.
Sewa rumah tak sebebas merpati kata Kahitna. Gerak-gerik kita ini selalu waspada terhadap tetangga dan yg punya rumah. Dengan berbataskan dinding plywood, suara “kegiatan” kami sebelum tidur Insyallah terdengar jelas ketika menggunakan efek sound mendesah ! heheh… secara kamar tidur yg punya rumah tepat nempel didinding. Jangan2 dah ada lobang utk nonton live performance kami. *gak baik prasangka buruk!
Empat puluh tetangga dari sisi kiri, kanan, depan dan belakang adalah tetangga yg harus kita jaga keharmonisan. Kalimat yg kudengar dari pak ustadz ketika berceramah 30 menit sebelum Germany VS Argentina bergoyang. Ketepatan sosialisasi akan membawa kita kebahagiaan yg tak terkira. Kalimat pak Ustazd itu hanya memperkuat rasa sosialisasi yg memang harus ditingkatkan hari demi hari.
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita sakit ? TETANGGA !!!
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita masak ? TETANGGA !!!
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita bersih2 ? TETANGGA !!!
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita bercinta ? TETANGGA !!!
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita “olah raga” ? TETANGGA !!!
Maka, baik2lah kepada tetangga walaupun tetangga tersebut membuat mulut kita morat-marit kiri kanan karena sewot, yg membuat dongkol kita setengah mampus. Tak ada maksud kok, hanya bersosialisasi dengan cara yg beda.
Tidak ada point tertentu tulisan kali ini, hanya sebuah pemanasan ketika ingin membangun ulang blog ini. Yow ! moga2 hari2 indah menghampiri semua umat didunia ini, terlebih yg mau baca tulisan-tulisan newbie dan pengantin newbie.
Jun 10th, 2010 | Uncategorized | 3 Comments
Dokter sudah bilang umur kandungan istriku telah mencapai 27 minggu, itu artinya insyallah satu minggu lagi dah genap 7 bulan. Mandi-mandi yg sering-ku liat dalam tradisi, selalu di umbar-umbarkan. Nujuh bulanan sebuah acara yg sama sekali aku tak setuju. Jika acara tersebut dengan maksud bersyukur, bukan hal semacam itu yg ingin aku lakukan. Jika menunjukkan rasa syukur, aku lebih memilih utk memberikan sesuatu kepada anak yatim atau keluarga kurang mampu.
Aku telah menanyakan hal ini kepada teman-temanku yg telah mempunyai anak lebih dari satu. Rata-rata bilang kalo mereka melaksanakan acara nujuh bulanan ketika umur kandungan sudah mencapai tujuh bulan. Ketika aku tanya maknanya, mereka tak bisa menjawab dengan alasan yg tepat.“gak tau, hanya ikut orangtua“ itu kata mereka. Ini yg aku kurang setuju, melakukan sesuatu tanpa tau maksud dan tujuan yg jelas. Anak bukan utk coba-coba.
Idealisme, yup. Boleh dikatakan begitu, aku orang yg termasuk beridealis tinggi. Tapi tidak menutup kemungkinan idealis itu luntur ketika aku di beri pengertian yg masuk akal. Aku juga belum menemukan dalam Al-quran bahwa mewajibkan utk merayakan nujuh bulanan. Jika ada yg menemukan, aku ingin tau ada di ayat apa ?
Alhamdulillah, istriku satu pemikiran denganku. Yg harus kami lakukan adalah memberikan sesuatu kepada anak yatim di salah satu panti asuhan seperti sembako. Bagiku itu lebih berarti dari pada mandi-mandi yg hanya tradisi. Ini yg dikatakan orang, bahwa norma adat mengalahkan norma agama.
Apr 20th, 2010 | Uncategorized | 8 Comments
Kesalahfahaman tentang bagaimana membahagiakan suami banyak dialami oleh para istri2. Kadang hal simple semacam ini bisa memacu kerusuhan dalam rumah tangga.
“Aku kan dah layani kamu mas ?! bangun lebih pagi, buatin sarapan dan lain-lain ! kok kamu-nya gini sih !” rengek istri
“Lah, yg mau dilayani siapa ????” bela suami.
Percakapan yg saya dengar dari tetangga sebelah rumah saya di hiruk pikuk pagi yg dingin setelah hujan deras sejak jam 3 subuh. Kesalahfahaman ini juga terjadi di keluarga mungilku. Ternyata istriku terlihat stress 3 bulan terakhir. Berkat diskusi sebelum ehem2, akhirnya aku mendapat kesimpulan, istriku terlalu lelah di setiap malam, pagi dan hari2 lainnya. Kenapa ? dia selalu ingin membahagiakan aku sebagai suami tanpa tau apa yg aku inginkan. Dengan pemikiran dia, selalu bangun pagi menanyakan aku mau sarapan apa, sepulang kerja aku ingin di buatkan apa, dan mencium pipiku ketika aku melamun. Kadang hal2 itu membuatku ilfil.
Jam sembilan malam, kami berdiskusi bagaimana dia harus menjalani peran sebagai istri. Melayani suami, bekerja hingga sore, masak ketika weekend tiba. Tapi dengan keinginanku.
“Aku ingin kamu bahagia sayang, tapi bagaimana itupun aku tak tau caranya. Karena cara yg biasa aku merasa kurang” jelas istriku
“Apakah kamu pernah bertanya, apa yg aku inginkan ?” tanyaku balik
“…….”
Sunyi senyap di samping. Dengan melihat plafon rumah, kami berbaring dan ku jelaskan apa yg kuinginkan selama berumahtangga.
Selama ini aku adalah pria yg paling bahagia ketika melihat, senyummu terlempar tulus kewajahku, bibir hangatmu berlari mengejar pipiku, tawamu yg sehat memecah belah sunyi senyap, bekerja di kantor dengan profesional, dan hal simple lainnya. Kamu tak perlu memikirkan keadaanku ketika kamu sakit, tak perlu mengkhawatirkan ku ketika aku saat bekerja. Aku adalah pria yg seharusnya lebih mengkhawatirkanmu. Apakah karena kita sama-sama anak pertama, sehingga perhatian kita terhadap orang lain selalu lebih dari biasanya ?
→ continue reading