Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijau

Menikah memang bukan perkara mudah bagi semua orang. Duduk di pelototi oleh seluruh keluarga yg hadir, menjabat tangan penghulu siap utk mengucapkan kalimat Ijab Kabul tak ketinggalan keringat dingin menjulang di jidat. Jantung pun terasa ingin berontak keluar dari tempatnya.

Aku termasuk orang yg suka mengeluarkan keringat dingin ketika perasaan gugup mendominasi hati. Oleh karena itu, aku sangat mencoba benar untuk tidak memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi satu hari sebelum mengucapkan kalimat Ijab Kabul. Menikah berarti, kita telah memilih “rumput” utk selalu kita pelihara, “rumput” yang ingin selalu terlihat hijau, “rumput yang selalu ingin indah dan sejuk.

Munafiklah manusia jika tak mengakui bahwa “rumput” tetangga akan selalu lebih hijau dari rumput sendiri. Walaupun hijaunya rumput sendiri sudah terlihat indah.

Banyak hal yang akan di dapat jika telah menikah. Salah satunya ujian utk membuat selalu melirik atau terangsang untuk menginjak rumput tetangga. Kerja setan terlihat mudah disini ketika mata, tangan, kepala tak mendengarkan apa kata hati.

Hati selalu lemah, hati tak punya suara, kerjanya tertutupi oleh jantung yang berdetak makin kencang ketika mengingat rumput tetangga. Sakit kah ?

Tak pernah manusia bumi menyadari cepat betapa sengsaranya menginjak “rumput” tetangga di awal kisah. Jika pada saat menginjak “rumput” tetangga detak jantung makin kencang ! sensasi kah ? tantangan kah ?

Tak perlulah kita menyirami “rumput” tetangga yang lebih hijau karena mereka akan selalu lebih hijau. Begitu pula pemilik rumput nan hijau, dia akan melihat “rumput” kita lebih hijau pula. “Sifat dasar manusia” hanya kalimat itulah kita berdalih.

Saya sudah banyak menemui manusia yang telah menginjak “rumput” tetangga berakhir tangis berurai seperti habis membelah bawang bombai. Semua telah terinjak, rumput telah tercabut, karena bekas pijakan. Diakuikah ?

Tags: , , , , ,

This article has 25 comments so far!

  1. zulhaq says —

    lah komennya ilang  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

    suami Reply:

    gak ilang kok mas. Hanya belum di moderation saja :) makasih yow  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  2. yuliaslovic says —

    wah susah juga orang sepertiQ memahami rumput2 ituw… hehe..  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  3. nebu says —

    Mas… nanya dikit ga berhubungan sama rumput tetangga sih… dulu pas malem pertama istri ngeluh sakit ga sih atau ada perasaan takut ga bisa memuaskan istri nga sih  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

    suami Reply:

    Makasih lho atas pertanyaannya,
    Utk pertanyaan itu Istriku tak pernah mengeluh didepanku, karena mengeluh bukan hal yg harus di ajukan. Walaupun sakit, Alhamdulillah istriku tak mengeluh, karena dia mengerti posisi sebagai istri,
    Dan pertanyaan kedua, hal itu wajar jika pria punya perasaan takut jika gak bisa memuaskan istri, tapi jalani aja, semua sudah diatur oleh Allah swt. Saran saya sih, banyak2 joging dan konsumsi protein. LEbih banyak olah raga, lebih kuat utk memuaskan istri :)   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 2 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

    dwi Reply:

    yang penting enjoy saja  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  4. cHie says —

    akhir2 ini koq saia byk mendengar ttg pernikahan y??
    hari ini sajah hari nikahan kawan saia..hehehe  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  5. Kakaakin says —

    Hehe… kalo rumput di samping rumahku selalu hijau, bahkan gondrong2. Jadi repot banget, dipangkas atau disemprot racun rumput ya??? :)
    Hehe…  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  6. Donny Oktavian says —

    Inspiratif tulisannya…..keep blogging dan salam kenal…..  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  7. Den Hanafi says —

    bentar kang saya mu nanya dulu. ini bukan rumput dalam arti yang sebenarnya kan? hehhhhhm… :D   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  8. SaipulHamdi(dot) says —

    Waduh gue banget tuch, tapi kayanya dibatalin aja ach nyari rumput baru. Sebab kata istri saya kalo lagi tidur sering ‘ngigo’  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  9. anny says —

    Begitulah kita memang suka sawang sinawang :D   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  10. warm says —

    memang slalu gitu
    ga habsi2nya

    oh ya themenya bagus
    saya donlot juga ah :D   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  11. andry sianipar says —

    Salam super-
    salam hangat dari pulau Bali-
    begitulah persepsi sebagian dari kita…  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  12. Raffaell says —

    Sebenernya pribahasa itu sangat menakutkan, ketika kita percaya, maka itu terjadi, ketika itu terjadi, maka kita seperti biasa, yahh udah pribahasanya begitu…

    Aku sih ngga pernah kepikiran rumput lebih hijau, dia lebih baik, yaa intinya sih lihat aja diri sendiri, berkaca kaca, lalu kalau ingin maju, bandingkan dengan orang yang lebih baik, kalau ingin bersyukur, bandingkan dengan orang yang nasib nya ngga lebih baik….  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  13. pandaya says —

    sifat dasarnya manusia untuk selalu pengen atas apa yg dia ga punya (termasuk saya), mudah2an yg dicari itu yg selalu positif jgn g punya tetangga :D   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  14. Wandi thok says —

    Sifat dasar manusia memang begitu mbak, makanya kita diberi aturan agama untuk mengeremnya. :lol:   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  15. Perawan Desah says —

    Oh, ternyata begitu ya mbak kalau mau menikah, soalnya saya belum. Salam kenal mbak.  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  16. dwi says —

    malam sahabat
    kunjungan nih,..  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  17. ALRIS says —

    Bagusnya “rumput” kita dirawat, dipupuk dan dijaga. Pasti hijau juga. Salam rumput, eh, salah. salam kenal.  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  18. bimasakti85 says —

    rumput tetangga memang hijau bROoo.. kLo cokelat brarti lum disirami tu :D   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  19. fanz says —

    makanya kita harus mensyukuri apa yang kita miliki
    biar ga ada lagi istilah rumput tetangga lebih hijau :)   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  20. HumorBendol says —

    Mungkin kalo kita kurang bersyukur, jadinya ngelirik kehijauan rumput tetangga deh…
    hehe…
    Makasih
    salam  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  21. kharis sulistiyono says —

    kuncinya satu mas, mensyukuri apa yang kita miliki.  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  22. Eka Situmorang-Sir says —

    Intinya jangan main api di rumput tetangga! :)   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

Leave a Comment