Aku Pria Yg Paling Bahagia Jika…..

Kesalahfahaman tentang bagaimana membahagiakan suami banyak dialami oleh para istri2. Kadang hal simple semacam ini bisa memacu kerusuhan dalam rumah tangga.

“Aku kan dah layani kamu mas ?! bangun lebih pagi, buatin sarapan dan lain-lain ! kok kamu-nya gini sih !” rengek istri

“Lah, yg mau dilayani siapa ????” bela suami.

Percakapan yg saya dengar dari tetangga sebelah rumah saya di hiruk pikuk pagi yg dingin setelah hujan deras sejak jam 3 subuh. Kesalahfahaman ini juga terjadi di keluarga mungilku. Ternyata istriku terlihat stress 3 bulan terakhir. Berkat diskusi sebelum ehem2, akhirnya aku mendapat kesimpulan, istriku terlalu lelah di setiap malam, pagi dan hari2 lainnya. Kenapa ? dia selalu ingin membahagiakan aku sebagai suami tanpa tau apa yg aku inginkan. Dengan pemikiran dia, selalu bangun pagi menanyakan aku mau sarapan apa, sepulang kerja aku ingin di buatkan apa, dan mencium pipiku ketika aku melamun. Kadang hal2 itu membuatku ilfil.

Jam sembilan malam, kami berdiskusi bagaimana dia harus menjalani peran sebagai istri. Melayani suami, bekerja hingga sore, masak ketika weekend tiba. Tapi dengan keinginanku.

“Aku ingin kamu bahagia sayang, tapi bagaimana itupun aku tak tau caranya. Karena cara yg biasa aku merasa kurang” jelas istriku

“Apakah kamu pernah bertanya, apa yg aku inginkan ?” tanyaku balik

“…….”

Sunyi senyap di samping. Dengan melihat plafon rumah, kami berbaring dan ku jelaskan apa yg kuinginkan selama berumahtangga.

Selama ini aku adalah pria yg paling bahagia ketika melihat, senyummu terlempar tulus kewajahku, bibir hangatmu berlari mengejar pipiku, tawamu yg sehat memecah belah sunyi senyap, bekerja di kantor dengan profesional, dan hal simple lainnya. Kamu tak perlu memikirkan keadaanku ketika kamu sakit, tak perlu mengkhawatirkan ku ketika aku saat bekerja. Aku adalah pria yg seharusnya lebih mengkhawatirkanmu. Apakah karena kita sama-sama anak pertama, sehingga perhatian kita terhadap orang lain selalu lebih dari biasanya ?

Membuat kejutan utkku tak perlu seperti cerita-cerita novel atau film percintaan yg kamu ketahui. Cukup dengan kamu tampil apa adanya, menjadi diri sendiri seperti sebelum kamu menikah denganku. Inilah maksudku kenapa menikah itu bukan penjara.

Kepribadianmu yg sebelum menikah itu tiba2 hilang seketika di dalam 2 bulan terakhir kita menikah. Kemana yach sayang ?

Aku sedikit geli ketika kamu takut2 minta ijin kepadaku utk jalan bareng dengan sahabat2mu yg notebenenya mereka juga aku tau dan sangat dekat juga. Kamu khawatir aku marah ditinggalkan dirumah begitu saja. Kadang kala kamu memang harus maen dengan teman2mu dulu. Meluangkan waktu buat sahabat-sahabatmu, hangout hanya wanita semua. Aku yakin, perasaanmu dan senyummu lebih indah setelah itu.

^^^

Kok jadi seperti surat buat istri yach ? yup, banyak para istri salah mendefiniskan “melayani suami”. tanpa perlu bertanya dulu apa yg suami suka atau apa yg suami inginkan. Membuat kejutan utk suami atau utk istri memang kadang2 harus di berikan, tetapi tak perlu setiap bulan. kenapa ? karena kejuta butuh menguras otak, waktu dan tenaga memikirkan semuanya. Waktu utk ini itu jadi terbengkalai, dan bahkan menyia-nyiakan waktu yg ada.

Jadilah istri atau suami yg menghormati pasangan. Sekarang aku adalah pria yg paling bahagia, karena istriku sudah faham denganku dengan konsep yg benar aku inginkan.

Tags: , , , ,

This article has 9 comments so far!

  1. Bang Dje says —

    Sepengalaman saya komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Masalah yang semula sepele bisa menjadi besar bila komunikasi terhambat. Sampai sekarang saya dan istri juga masih suka tidak nyambung. harus ada yang mulai membuka percakapan …  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  2. prof. helga says —

    subhanallah
    enak bener deh kalo punya istri yang kek gitu
    hihii  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  3. julie says —

    yaelaaah riaaaan  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  4. sukangeblog says —

    rada gak ngerti mas, hehe…

    wajar sih jika suami minta agar dilayani istri, tapi apakah suami juga pernah memikirkan untuk melayani istri? hehehe… ;)

    kalu menurut aku sih keluarga itu harus diisi dengan saling melayani, karena pasangan bukanlah pembantu dari pihak lain

    salam kenal bro  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  5. yangputri says —

    riaaaaaaaaaaannn
    pa kabaaaaaaaarrrrr  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  6. Ceritaeka says —

    Heeemmm
    so sweet banget

    Betul.. komunikasi kuncinya :)   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  7. orange float says —

    ow…. gitu ya caranya ;)   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  8. catatansederhana says —

    kunjungan balik,maaf ya baru blogwalking :D

    salam kenal..  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  9. advertiyha says —

    Ah, gak tau mo komen apa.. so sweet lah pokoknya.. :)
    sekarang dah dapet bocoran dikit2 nih, soalnye saya juga sering bingung gitu ma si ‘Jelek’ dirumah.. :(

    hehehe  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

Leave a Comment