Namanya Hikmah

Kesehatan istriku kian membaik. Sakit pinggang, demam, dan kepala pusing sudah mulai berkurang, bahkan hampir tak kumat lagi. Tetapi muntah2nya masih saja menghiasi hari-harinya. Sudah 4 hari ini, istriku tidur di rumah orangtuanya yg sebelumnya istriku tidak akur dengan mamahnya. Tapi sakitnya istriku membuat mereka akur dan melupakan apa yg terjadi beberapa bulan yg lalu (bagi yg belum tau baca ini)

Setelah pulang dari bidan urut hari jumat lalu, istriku di sarankan menggunakan babat agar bayinya tak terturun lagi. Menurut bidan urutnya, kandungan istriku keturun sedikit sehingga menyebabkan sakit pinggang. Terus bagaimana dengan demamnya ? paracetamol kata dokter adalah obat yg paling aman utk ibu hamil ketika demam. Dan demam itu sebenarnya tak boleh bagi Buham ! maka dari itu jagalah kesehatan ketika hamil.

Aku tak terlalu mengerti kenapa pinggangnya terus2an sakit waktu itu ? yg jelas perutnya sering kejang ketika dia ketangkapan basah mengangkat ember berisi air penuh. Aku pun marah karenanya, terlalu mandiri dan tak mau menyusahkanku membuat dia melakukannya sendiri. Padahal aku kan ada untuknya, dia ada untukku dan itulah pernikahan, bukan berfikir dengan jalannya masing2 ! akibat dari itu beberapa hari lalu dia terbaring kaku tanpa bisa melakukan apa-apa. Dan kesempatan “emas” utk terus mengetuk hatinya agar mulai berubah nurut ama suami (bukan berarti dia tak nurut). Istriku ini wanita yg mandiri, selalu melakukan sendiri jika dikiranya mampu, padahal tidak. Itulah yg mesti diubah, karena dia sudah punya suami.

Weekend ini aku tidur di tempat mertua utk menemani istriku. Kesibukan kantor yg begitu besar membuatku seperti robot yg tak punya hati. Bukannya cuek dengan istriku, tetapi otak dan tenaga terkuras habis hingga weekend ini. Nasib menjadi karyawan swasta ! jangan mau deh kerja, wiraswasta lebih asik. Aku hanya sudah terjebak kedalam naungan perusahaan dan mengharuskan terus dan terus bekerja memenuhi kewajiban hutang setiap bulan.

^^^

Walaupun istriku tengah kesakitan beberapa hari yg lalu, dia mendapat hadiah besar dari mamahnya. Sebuah senyuman dan perawatan yg sudah lama dia tak dapat. Istriku pun berangsur sembuh, Insyallah minggu sore kami kembali kerumah kontrakan. Happy nice weekend all.

This article has 5 comments so far!

  1. antokoe says —

    itu asyiknya berkeluarga, memang tidak semua sama seperti terbayang sebelumnya, tapi selalu ada hikmah didalamnya.
    semoga istri dan calon bayinya sehat selalu, selamat menjadi suami siaga.  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  2. Kaka Akin says —

    Alhamdulillah, ada hikmah di balik kejadian…
    Hehe… selalu ada hal yang patut disyukuri :)
    Semoga silaturrahim-nya terus terjaga ya, dan semoga sang istri dapat melalui masa kehamilan dengan mulus :)   (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  3. yangputri says —

    semoga istrimu baik baik aja ya rian…  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  4. AeArc says —

    moga baik” saja  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

  5. Bang Dje says —

    Sama juga. Istri saya juga sangat mandiri. Butuh waktu cukup lama bagi kami untuk bisa saling bekerja sama sebagai satu tim. Alhamdulillah sekarang sudah lebih tahu apa maunya masing-masing. Kadang cukup dengan isyarat tanpa bahasa verbal.
    Tetap sabar dan berdoa …
    Jangan lupa persiapan aqiqoh tujuh hari setelah kelahiran …  (Quote)

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    [Kalo mau bales !]

Leave a Comment