Sifat Alamiah

Jika melihat history tentang kapan aku menikah dan umur kehamilan, banyak orang mengira (maaf) istriku hamil diluar nikah. Kenapa yach ? Kami menikah pada 4 december 2010. Dan umur kandungan kurang lebih 37 minggu itu artinya 8,5 bulan. Dan itu berarti jumlah bulan pernikahanku lebih kecil dari umur kandungan. Kenapa ?

Tidak usah heran atau pun bertanya yg tidak-tidak. Setelah dinyatakan hamil 2 bulan pada January akhir, aku pun kaget setengah mati. Sempet aku bertanya, “hamil sama siapa??” aku sama sekali belum menyentuhnya sebelum kami menikah. Kenal istriku aja pada ramadhan kemarin. Dan kami menikah satu bulan lalu !? berarti pacaran tidak kami lewati. Langsung menikah.

Itungan2 umur kandungan memang agak berbeda. Dan itu kalangan kesehatan khususnya bidan, dokter dan perawatlah yg menjelaskan. Yg aku tau bahwa. Ketika aku melangsungkan ijab kabul didepan penghulu, istriku mengalami siklus subur. Terakhir menstrurasi pada november ntah tgl berapa. Jadi, itungan umur kandungan memang miss 1 bulan lebih dari umur pernikahan kami. Hal itulah yg membuatku tak berfikir macam-macam.

Perubahan Sikap istri

Membaca literatur-literatur tentang kehamilan itu memang penting. Bagi yg pertama kali hamil seperti istriku, buku dan ilmu tentang kehamilan memang salah satu asupan otak yg harus di gali. Dia pernah mendengar kontraksi, tapi tak tau rasanya. Menonton televisi tentang melahirkan bukan jalan keluar. Jawaban-jawaban tentang kontraksi didapat dari berbagai sumber, pertama dari orang tua dan yg kedua dari teman-teman yg baru saja melahirkan.

Yg menarik disini adalah, istriku menjadi rajin memasak dan bersih2 rumah yg tadinya tidak seperti kemaren. Sekuat tenaga menyediakan aku sahur dan berbuka padahal dia baru pulang bekerja sama lelahnya denganku. Kata literatur-literatur yg dibaca istriku, sikap perubahan wanita hamil memang akan berubah ketika kelahiran semakin dekat, berubah menjadi wanita yg serba melayani, melindungi penuh rasa khawatir. Tau tidak, istriku terlihat lebih cantik dari biasanya beberapa hari ini. Alhamdullillah.

Dengan melihat umur kandungan dan sikap istriku yg berubah. Insyallah dalam waktu dekan calon anakku akan lahir. Semoga Istri dan Anakku sehat ketika dalam persalinan. Amien.

Antara Ayah Dan Anak

Ada hal yg membuatku bertanya beberapa hari ini. Dan sedikit terjawab dengan tingkah laku bayi dalam kandungan istriku.

Koneksi antara ayah dan anak terjadi disini. Tapi menurutku itu pun terjadi ketika sang ibu juga memberikan respon dalam berfikir ketika aku juga berfikir. Tadi malam jam sembilan lewat, aku dan istri sedang maen Nintendo Wii memaenkan game Super Mario Bros ! dengan kelincahan jari-jemariku memainkan aku terus berfikir bagaimana memenangkan game tersebut. Tau kan, mario bros. Loncat-loncat penuh tantangan, membuat kita akan terus menekan perasaan ketika menghindar dari serangan musuh. Istriku yg menonton sambil memotong bawang, sayuran dan lainnya utk sahur tak bisa konsentrasi. Karena setiap aku kesal Mario jatuh dan kalah, bayi dalam kandungan memberikan respon dengan menendang permukaan perut istriku.

Pertama ku fikir itu hanya kebetulan saja. Karena penasaran, aku terus saja maen. Dan ketika terjadi hal yg sama. Dia menendang perut istriku lagi ! aku yakin ketika lebih dari 2x itu bukan kebetulan, tetapi memang terjadi koneksi fikiran dan hati antara ayah dan anak. Sedikit terharu aku merasakannya.

Tidak hanya itu, ketika aku juga kesal dengan apa yg kuliat ditelevisi apakah itu berita atau siaran lainya, dia pun menendang dan bergoyang terus. Sehingga istriku kadang menggigit bibirnya demi menahan sakit. Tapi istriku senang, karena dia aktif.

Karena terjadi hal seperti itu, kami pun menyamakan persepsi ketika kami di kantor masing2. Kemaren tepat hari Jumat, adalah hari termalas yg pernah ada. Sedari pagi aku terus saja membaca koran, blogwalking (kadang silent reader). Dan itu tak membuatku berfikir keras. Kata istriku, bayi kami dalam kandungan pun tak terlalu memberikan respon gerak seperti hari kamis lalu. Benar ! kamis lalu pun aku bekerja dengan penuh fikiran karena deadline. Semua fikiran ku curahkan dan kusatukan demi tercipta sebuah laporan. Dan hari kamis itu pula bayi kami dalam kandungan terus bergoyang, sehingga istriku beramsumsi dia sedang maen bola. :)

Ternyata benar apa yg dikatakan teman2 blog lainnya, dan artikel2 yg pernah kami baca. Bahwa sejak umur 6 bulan, bawalah bayi dalam kandungan bercerita. Ajarin apa yg ada didunia, bacakan buku cerita sebelum tidur. Ajak dia berdoa setelah sholat. Tegur setiap pagi, respon setiap tendangannya dengan memanggil-manggilnya.

Alhamdulillah karunia ini membuatku sering bermain-main dengannya walau masih dalam kandungan. Begitupula istriku yg sering menawari dia mau makan apa setiap lapar, walaupun jatuhnya tetap keputusan mau makan apa terletak pada seleranya. Dan sering pula istriku bertanya kepada bayi kami ketika dia menendang-nendang. “ada apa nak ?“ terus menanyakan hal2 yg membuat aku tersenyum. Mungkin itu yg dinamakan koneksi antara Ibu dan anak. Dan yg baru aku temukan adalah koneksi antara ayah dan anak.

Hari ini aku membuat laporan setengah hari penuh, liat apa yg terjadi.
Salam hangat.

Imut lah leh !

01 thumb[5]Apa yg kalimat yg keluar ketika melihat foto seorang anak seperti di samping seperti ini ? “Mmmm cantiknya leh !” ato “Imutnya, anak sapa ini ?” ato lagi “dimakanin apa yach ampe segini cantiknya”, “suami istri yg beruntung”, “waktu dalam kandungan di kasih susu apa yach” ! Kalo menurut kalian apa ?

Menurut blog ibunya yg linknya (Alhamdullillah lupa) nama anak manis ini adalah Nicole. Seorang anak perempuan blasteran asia dan eropa. Waktu ngidam, Ibunya kepengen melempar bidadari dari langit ! (yg ini boong).

Saya mendapatkan foto anak ini dari forum terbesar di Indonesia, semua pada muji kecantikan anak ini. Tak bosen utk dilihat, rambut yg lebat, mata yg bulat, senyum yg imut. Beh ! masih kecil aja dah cantik gini, pa lagi gedenya (sengaja muji, biar istriku cemburu dan benci anak ini hehehehe). Kata orang jika membenci seseorang Insyallah ntar anaknya mirip gitu deh !

Saya masih banyak foto2 anak ini, mau liat ? Tapi jika sering online, pasti ketemu deh ama foto ini. Karena memang udah tersebar luas kecantikan anak ini. Tapi jika belum Klik continue Reading di bawah ini

→ continue reading

Bikin Anak Yuk

Allah bekerja sangatlah misterius. Aku sering menemukan bahwa remaja yg belum menikah sangat gampang “bikin anak”. 20% teman2 smu dan kuliahku selalu terlilit masalah hamil diluar nikah. Rata2 wajah mereka selalu kusut kayak benang layangan abis kalah bertarung setelah menemukan pacarnya hamil, padahal kan emang ngelakuinnya dengan sadar. Apakah itu terlihat susah ? proses pembuatan nikmatnya minta ampun. Dan si Ampun gak pernah kasih !

Bagiku, tidaklah mudah utk memproduksi anak bagi pria dan wanita yg sudah menikah. Banyak teman2ku juga yg sudah menikah lebih dari satu tahun belum juga mendapatkan momongan walaupun sudah berusaha maksimal. Maksimal disini dikatakan sudah mencoba beberapa posisi yg menunjang dan bolak balik ke dokter. Si dokter juga dah komat-kamit, bolak-balik ngecek kesuburan si pria dan wanita.

Aku pernah membaca tentang seks kalender. Dengan menghitung hari kesuburan si wanita, jadi kita mesti tau kapan menembakkan sperma di dalam atau diluar, pada ngerti kan kalo “nembak” di luar dan didalam ? Pengetahuan seperti itu mestinya dipelajari dengan seksama, kata iklan2 layanan masyarakat “teliti sebelum menembak” jadi kualitas sperma bisa dipersiapkan secara maksimal. Tiga kata “Kental, sehat dan kencang” !!

Nah, ada juga yg berpendapat, semua kembali kepada sang pencipta. Karena apapun yg terjadi semua atas kuasaNya. Tapi usaha boleh dunk ! pegimane ? itu kata Mandra.

Apa aja sih yg di persiapkan utk membuat anak ? berikut akan aku jabarkan sesuai dengan pengalaman selama proses. Tapi belum manjur nie, masih dag dig dug nunggu hasil beberapa minggu kedepan. Tapi apa salahnya membeberkan tahap awal.
Proses produksi sperma setiap pria ada pada jam 3 – 5 sore hari. Selama proses produksi sperma, usahakan para pria menelan banyak protein dalam kandungan nasi, ikan dan putih telur. Dalam proses produksi tersebut jangan lupa hitung pun masa kesuburan si wanita, hanya 4 hari kesuburan setiap bulannya, kadang gak sampe 4 hari, tapi hanya SATU HARI ! Masa kesuburan adalah seminggu setelah datang si bulan, seminggu pula sebelum si bulan datang.
→ continue reading