Aug 27th, 2010 | Uncategorized | 1 Comment
Tidak terlalu dini, dan tidak pula terlalu lambat. Istriku telah mengambil cuti melahirkan sebanyak 3 bulan. Itupun diambil karena saran oleh dokternya. Istriku adalah pekerja keras, suka bekerja dan keras kepala. Tapi atas lika-liku aku membujuk rayuan manis, akhirnya dia mau utk mengambil cuti dimulai tgl 25 Agustus 2010 kemaren.
Hari pertama mengambil cuti dia masih saja belum bisa lepas dari pekerjaan, begitu pula hari kedua dan tak tau hari ini. Hanya pindah tempat saja, jemari dan otaknya terus saja bermain di sebuah alat berwarna hitam yg disebut laptop. Tak kalah juga, bayi dalam kandungan turut serta dengan menyundul2 perut dari dalam, sehingga konsentrasi istriku mulai terbagi dua. “Menyenangkan memang jika bekerja diganggu oleh si cabang bayi” itu pengakuan istriku.
Dokter mengatakan setelah memeriksa utk kesekian kalinya, berat bayi dah cukup, placenta juga cukup, posisi utk lahir alhamdulillah bagus (kepala dibawah). Maximal si cabang bayi dalam kandungan adalah hingga tgl 5 september 2010. Jika memang belum lahir sebelum tgl tersebut, entah apa yg akan dilakukan dokter. Moga saja lahir sebelum due date.
Aug 9th, 2010 | Uncategorized | 20 Comments
Jumat malam tepat tgl 6 agustus 2010. aku dan istri menemui dokter utk pemeriksaan rutin kandungan yg sudah berumur 37 minggu. Istriku berjalan bagai badut yg ingin menghibur anak2 pada acara ulang tahun. Perutnya besar, tangannya tak berhenti memegang perut dan sesekali pinggang. Karena si cabang bayi terus saja bergerak sehingga kadang membuat permukaan perut istriku muncul bendolan2 akibat gerakan si bayi.
Itulah derita seorang ibu ketika mengandung seorang anak. Khawatir, senang, sakit, dan segala macam perasaan tercampur jadi satu. Kenapa mesti khawatir ? tak ada yg menjamin kesehatan bahkan dokter sekalipun. Alat2 canggih dan pengetahuan teori kandungan yg terhebat pun tak bisa menjamin anak dalam kandungan akan dilahirkan sehat. Alat yg disebut USG saja bisa salah memperkirakan kelamin si cabang bayi, apalagi masalah kesehatannya!
Malam itu kami mendapat giliran no.1 nomor dimana dokter akan memeriksa istriku utk pertama kalinya utk malam itu. Rumah sakit Husada itupun masih belum ramai pengunjung.
Memasuki ruangan, ternyata dokter tak menanyakan lagi keluhan-keluhan kepada istriku. Biasanya menanyakan keluhan terlebih dahulu, mungkin kami sudah terlalu sering memeriksakan kandungan. Istriku berbaring, seorang perawat membuka sedikit baju bagian perut saja. Di beri pelumas agar sensor USG dapat berjalan mulus di permukaan perut. Rasanya dingin kata istriku. Kadang aku merinding melihat layar yg ditampilkan oleh alat yg bernama USG ini. Seorang anak bayi didalam perut istriku, Subhanallah sering aku ucapkan dalam hati, buah hatiku, keturunanku, cinta ketigaku setelah orangtua dan istriku ada didalam perut istriku. Ada rasa tak sabar utk mencium dan memeluknya. Tapi kekhawatiran akan tak sehat selalu terniang. Apakah itu wajar ? sebuah tendangan psikologis bagi calon seorang ayah ?
Hasil pemeriksaan, dokter memberitahukan kami bahwa si cabang bayi telah mengambil posisi utk lahir. Posisi yg sudah turun sehingga membuat vagina istriku sakit dan sering mau pup. Jika tak ada tanda kelahiran ditandai kontraksi maka kami harus datang lagi pada tgl 26 agustus 2010.
Bagaimana dengan perasaanku ? tidak jauh beda dengan istriku. Semua tercampur menjadi satu, hanya saja saya tidak sakit fisik.
Semoga nanti terlahir sehat, semoga saya menjadi ayah yg baik, semoga istriku kuat menjalani persalinan. “Insyallah aku akan berada disampingmu ketika kamu berteriak keras pada saat melahirkan”
Amien…..
Dec 26th, 2009 | Uncategorized | 6 Comments
Pernikahan kami terpisah kota Samarinda – Balikpapan. Aku bekerja di Samarinda, matahariku bekerja di Balikpapan. Jelasnya, lima hari lamanya kami tak seranjang. Hanya saling telpon utk melepas rindu, sedangkan utk melepas baju dan celana bakalan gak bisa. Ya mungkin pada saat mandi aja baru lepas baju dan celana.
Long Distance Relationship (LDR) adalah kalimat yg pantas buat kami, untungnya jarak Samarinda – Balikpapan tak sejauh Samarinda – Roma, Samarinda – Italy, ato Samarinda – Irlandia. Dengan jarak 115 km dari Samarinda hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam, itupun kalo gak macet ditambah mampir utk pipis dulu. Apalagi kalo dah mabuk darat, gini-gini aku kalo nyupir sendiri bisa mabuk darat juga lho ! dasar aneh ! aku yg nyupir sendiri, aku juga yg mabuk sendiri ! huhuhuhu….
December ceria ini, alhamdulillah banyak long weekend yg artinya panjang minggu akhir. padahal hari minggu itu masih saja 24 jam, tapi masih aja di bilang long weekend. Karena aku hari Sabtu masuk kerja, jadi istriku yg di tempat dia bekerja sabtu libur mengalah menghampiri suaminya yg tampan ini.
Hari kamis sore matahariku turun dari bus, aku menjemput dengan sepupuku yg berumur 5 tahun.
Fikri : Kita jemput sapa sih kak ?
aku : Kak Weni (sambil liat2 kiri kanan, sapa tau dah ada)
Fikri : Kakak, ama kak weni sudah menikah yach ?
Aku : Iya, emang kenapa ?
Fikri : Jadi ntar punya anak ?
Aku : Amien, moga2 di kasih
Fikri : Beli donk kak, masa minta !
→ continue reading
Dec 17th, 2009 | Uncategorized | 3 Comments
Kebetulan istriku mendapat cuti hampir 2 minggu penuh. so, istriku yg cantik nan jelita ditambah seksi ikut nginep di rumah mertua, yang notabenenya adalah orangtuaku. Aku dan istriku bekerja di berbeda kota. Kenapa istriku tidak mengalah ? jangan salah faham dulu, itupun atas diskusi kami berdua. Tidak mudah utk hidup di jaman 2009 ini, so kami memilih utk bertahan selama lima hari utk tidak tidur bersama dan bertemu pada weekend saja. Istilah yg baru saya temukan adalah “SSN” (Saban Sabtu Nyetor) ! artinya tiap hari sabtu nyetor hehehe…
Samarinda – Balikpapan memang hanya 2 jam yg jaraknya kurang lebih 115 km. bukan masalah jaraknya, sangat di pastikan bolak-balik antara dua kota itu dapat buat orang mabuk darat ! jika tak biasa. Surabaya – malang masih terlihat ramai kiri kanan. Walaupun kurang lebih 2 jam juga. Tapi samarinda – balikpapan, alhamdulillah kanan kiri masih hutan ! hijau dan menyeramkan. Bukan takut hantu atau makhluk yg tak terlihat oleh mata. Tetapi lebih takut kepada bentuk kecelakaan atau premanisme. Ah.. itu Allah yg mengatur hidup kita.
Bagi kami, berpisah lima hari utk bekerja lumayan berat. Ngalahin berat badan istriku yg mulai naik hari demi hari. Maklumlah, supply protein dariku kedalam tubuh istriku selalu aku tingkatkan sedikit demi sedikit. Jadi, cuti yg diberikan oleh kantor kami karena baru menikah, digunakan sedemikian rupa sehingga manten baru ini berkesan utk hidup berikutnya.
Simpanlah rindu utk hari berikutnya, perjalanan kami sebagai keluarga baru akan segera dimulai. Jurnal yg harus ditulis akan segera di goreskan. Utk berdomisili dimana kami nanti akan muncul seiringnya waktu. Nikmati saja minggu2 liburan ini.