Penentuan Tanggal
Jarak 115 kilometer dari Samarinda – Balikpapan tidak membuat diriku lelah utk misi kali ini, melanjutkan pembicaraanku dengannya tentang tgl pernikahan yg ingin kami langsungkan. Perhitungan hari “baik” adat Jawa, Kutai dan Banjar telah kami “liat” semua hingga dapet tgl yg memang kami inginkan. Tidak hanya tgl, tapi perhitungan nama kami juga yg menandakan kecocokan. Percaya tidak percaya, tapi mesti kami lakukan utk menyenangkan orang tua dari kedua belah pihak.
Alhamdulillah, utk penentuan tgl, acara, dan segala urusan diserahkan kepada kami sepenuhnya. Kedua orang tua dari kedua belah pihak hanyalah sebagai penyuport atas apa yg ingin lakukan. Kami ingin melangsungkan pernikahan yg menggunakan low-bugdet, bahkan budget yg bener2 rendah, lebih rendah dari acara pernikahan manapun. Bagi kami pernikahan hanyalah sebuah acara memperkenalkan bahwa kami telah menikah, yg penting bagi kami adalah Ijab Kabul ! karena hal itulah yg membuat kami syah dalam segala hal dan juga menandakan bahwa dia menjadi istriku dan aku menjadi suaminya. Dari awal yg kutakutkan adalah orang tua kami ingin mengadakan pesta yg bagi kami hanyalah menghabiskan uang. Tapi semua kekhawatiran itu benar hilang dari benak kami. Akhirnya keinginan kami utk melangsungkan pernikahan yg super sederhana disetujui oleh mereka. Menikah itu kan yg penting hidupnya kelak, bukan dilihat dari seberapa besar acaranya, bener tidak ?
Minggu pagi aku kerumahnya di Balikpapan, setelah sampai dan duduk diruang tamu beserta orangtuanya, aku mengutarakan maksud kedatangan. Aku hanya sendiri saat itu, tidak ditemani oleh orangtuaku. Kebeneran hari kamis yg lalu orangtuaku lebih dulu datang utk berkenalan dan aku tak bisa ikut karena pekerjaan yg bener2 menumpuk dan tak bisa kutinggalkan. Aku mulai berbicara dengan tegas, bahwa tgl pernikahan yg kami inginkan. Tanpa memikirkan sesuatu orang tua dia setuju, dan memberikan tanggapan utk topic yg lain. Dia harus ikut keSamarinda setelah kami menikah, berita ini pun membuat aku terkejut dan lagi-lagi berterimakasih kepada Allah SWT yg telah mengabulkan perlahan keinginan kami.
Tanggal dan jam pernikahan telah disepakati, jadi pengurusan KUA bisa dilaksakan pada akhir bulan ini agar tidak terburu-buru. Kami pun bergegas utk pergi ke undangan Halal Bihalal Pak Rudi atasan dia bekerja. Tepat pas makan siang, tepat pula perut ini sedang lapar.
Semoga berjalan lancar. Amien.



