Nujuh Bulanan
Dokter sudah bilang umur kandungan istriku telah mencapai 27 minggu, itu artinya insyallah satu minggu lagi dah genap 7 bulan. Mandi-mandi yg sering-ku liat dalam tradisi, selalu di umbar-umbarkan. Nujuh bulanan sebuah acara yg sama sekali aku tak setuju. Jika acara tersebut dengan maksud bersyukur, bukan hal semacam itu yg ingin aku lakukan. Jika menunjukkan rasa syukur, aku lebih memilih utk memberikan sesuatu kepada anak yatim atau keluarga kurang mampu.
Aku telah menanyakan hal ini kepada teman-temanku yg telah mempunyai anak lebih dari satu. Rata-rata bilang kalo mereka melaksanakan acara nujuh bulanan ketika umur kandungan sudah mencapai tujuh bulan. Ketika aku tanya maknanya, mereka tak bisa menjawab dengan alasan yg tepat.“gak tau, hanya ikut orangtua“ itu kata mereka. Ini yg aku kurang setuju, melakukan sesuatu tanpa tau maksud dan tujuan yg jelas. Anak bukan utk coba-coba.
Idealisme, yup. Boleh dikatakan begitu, aku orang yg termasuk beridealis tinggi. Tapi tidak menutup kemungkinan idealis itu luntur ketika aku di beri pengertian yg masuk akal. Aku juga belum menemukan dalam Al-quran bahwa mewajibkan utk merayakan nujuh bulanan. Jika ada yg menemukan, aku ingin tau ada di ayat apa ?
Alhamdulillah, istriku satu pemikiran denganku. Yg harus kami lakukan adalah memberikan sesuatu kepada anak yatim di salah satu panti asuhan seperti sembako. Bagiku itu lebih berarti dari pada mandi-mandi yg hanya tradisi. Ini yg dikatakan orang, bahwa norma adat mengalahkan norma agama.



