Aug 16th, 2010 | Uncategorized | 15 Comments
Jika melihat history tentang kapan aku menikah dan umur kehamilan, banyak orang mengira (maaf) istriku hamil diluar nikah. Kenapa yach ? Kami menikah pada 4 december 2010. Dan umur kandungan kurang lebih 37 minggu itu artinya 8,5 bulan. Dan itu berarti jumlah bulan pernikahanku lebih kecil dari umur kandungan. Kenapa ?
Tidak usah heran atau pun bertanya yg tidak-tidak. Setelah dinyatakan hamil 2 bulan pada January akhir, aku pun kaget setengah mati. Sempet aku bertanya, “hamil sama siapa??” aku sama sekali belum menyentuhnya sebelum kami menikah. Kenal istriku aja pada ramadhan kemarin. Dan kami menikah satu bulan lalu !? berarti pacaran tidak kami lewati. Langsung menikah.
Itungan2 umur kandungan memang agak berbeda. Dan itu kalangan kesehatan khususnya bidan, dokter dan perawatlah yg menjelaskan. Yg aku tau bahwa. Ketika aku melangsungkan ijab kabul didepan penghulu, istriku mengalami siklus subur. Terakhir menstrurasi pada november ntah tgl berapa. Jadi, itungan umur kandungan memang miss 1 bulan lebih dari umur pernikahan kami. Hal itulah yg membuatku tak berfikir macam-macam.
Perubahan Sikap istri
Membaca literatur-literatur tentang kehamilan itu memang penting. Bagi yg pertama kali hamil seperti istriku, buku dan ilmu tentang kehamilan memang salah satu asupan otak yg harus di gali. Dia pernah mendengar kontraksi, tapi tak tau rasanya. Menonton televisi tentang melahirkan bukan jalan keluar. Jawaban-jawaban tentang kontraksi didapat dari berbagai sumber, pertama dari orang tua dan yg kedua dari teman-teman yg baru saja melahirkan.
Yg menarik disini adalah, istriku menjadi rajin memasak dan bersih2 rumah yg tadinya tidak seperti kemaren. Sekuat tenaga menyediakan aku sahur dan berbuka padahal dia baru pulang bekerja sama lelahnya denganku. Kata literatur-literatur yg dibaca istriku, sikap perubahan wanita hamil memang akan berubah ketika kelahiran semakin dekat, berubah menjadi wanita yg serba melayani, melindungi penuh rasa khawatir. Tau tidak, istriku terlihat lebih cantik dari biasanya beberapa hari ini. Alhamdullillah.
Dengan melihat umur kandungan dan sikap istriku yg berubah. Insyallah dalam waktu dekan calon anakku akan lahir. Semoga Istri dan Anakku sehat ketika dalam persalinan. Amien.
Aug 11th, 2010 | Uncategorized | 13 Comments
Sahur ramadhan kali ini adalah sahur pertama kalinya kami melaksanakan. Setahun yg lalu kami belum bertegur sapa bahkan belum saling mengenal. Kuasa Allah SWT telah mempesatukan kami lewat segelintir teknologi internet. Dan jadilah ramadhan kali ini aku dan istri memulai sahur pertama dengan penuh hikmah. Setelah menikah kami pun saling mengetahui ternyata doa kami sama. “ingin diberikan jodoh yg seusai” dan ternyata Allah memberikan kejutan besar. Alhamdulillah.
Sesudah magrib kemarin, istriku telah memasak persiapan sahur utk suaminya tercinta. Dan ada hal yg membuat istriku kaget. Biasanya yg pernah dia tau, teman2 ataupun keluarganya, sahur dan buka puasa, berbagai ritual makanan ringan adalah sebuah keharusan. Seperti syrup, tea, kue ini dan itu. Berbuka puasa lengkap dengan makanan ringan sebelum sholat magrib dan makanan berat setelah sholat. Tapi aku tidak, buka puasa dan sahur aku samakan dengan hari2 biasa diluar ramadhan. Apa yg kumakan setiap hari tak jauh beda dengan sahur dan buka puasa. Aku tak perlu disiapkan berbagai macam makanan yg hanya membuatku menumpahkan nafsu. Jadi, istriku tak usah ambil pusing hidangan selama ramadhan. Cukup makanan yg seperti biasa saja. Selama makanan itu sehat dan bergizi apalagi murah, aku sangat lahap utk memakannya. Karena makna puasa bukan terletak dari hebatnya hidangan buka puasa dan sahur. Tetapi lebih kepada ketulusan hati menjalani ramadhan itu sendiri.
Mungkin ramadhan kali ini lebih bermakna bagi kami. Dulu yg sering susah bangun sahur, sekarang punya tanggung jawab yg lain sehingga membuat tak perlu dibangunkan lagi. Tak bangun maka tak sahur. Sedikitnya kami berterimakasih kepada remaja-remaja yg keliling kampung berteriak membangunkan warga utk sahur.
Sebelum nikah, orang tua kami susah sekali utk membuat kami bangun utk sahur. Selalu menggunakan kata “bentar”, “ dikit lagi”. Sehingga sering keluar kata dari orang tua “gimana kalo kamu nikah nanti ??”. Setelah menikah, ternyata hal itu berbeda, seperti kalimat diatas, tanggung jawab udah beralih 180 derajat. Sangat berbeda!
Simple life adalah dasar hidup yg ingin kubangun di keluarga kecilku. Ingin membuang tradisi-tradisi lama yg sebenarnya tak ada didalam Al-quran sedikit demi sedikit. Seperti membeli baju baru sebelum lebaran, atau membuat kue kering buat lebaran sehingga tarawih terlewatkan. Hal-hal semacam itu harus memang segera dibuang.
Insyallah, ketika 10 hari sebelum ramadhan istriku tak kuperintahkan utk sibuk mempersiapkan kue2 lebaran. Yg perlu dipersiapkan hanyalah permintaan maaf utk membersihkan hati. Kue bisa dibeli, baju bisa di cuci tapi hati tak bisa di toleransi. Yg paling penting adalah, Insyallah sebelum lebaran calon bayi kami lahir. Jadi mungkin keinginanku utk lebaran dan ramadhan sederhana ala Rian akan terwujud. Insyallah.
Alhamdulillah istriku wanita yg sholehah, menuruti apa kata suami. Aku ingin hidup sesuai dengan apa yg di ajarkan oleh Al-quran. Dan ramadhan kali ini harus lebih luang memahami lebih isi dan makna dari Al-quran.
Selamat berpuasa. Moga Ramadhan kali ini bisa membawa berkah bagi semua insan.
Aug 9th, 2010 | Uncategorized | 20 Comments
Jumat malam tepat tgl 6 agustus 2010. aku dan istri menemui dokter utk pemeriksaan rutin kandungan yg sudah berumur 37 minggu. Istriku berjalan bagai badut yg ingin menghibur anak2 pada acara ulang tahun. Perutnya besar, tangannya tak berhenti memegang perut dan sesekali pinggang. Karena si cabang bayi terus saja bergerak sehingga kadang membuat permukaan perut istriku muncul bendolan2 akibat gerakan si bayi.
Itulah derita seorang ibu ketika mengandung seorang anak. Khawatir, senang, sakit, dan segala macam perasaan tercampur jadi satu. Kenapa mesti khawatir ? tak ada yg menjamin kesehatan bahkan dokter sekalipun. Alat2 canggih dan pengetahuan teori kandungan yg terhebat pun tak bisa menjamin anak dalam kandungan akan dilahirkan sehat. Alat yg disebut USG saja bisa salah memperkirakan kelamin si cabang bayi, apalagi masalah kesehatannya!
Malam itu kami mendapat giliran no.1 nomor dimana dokter akan memeriksa istriku utk pertama kalinya utk malam itu. Rumah sakit Husada itupun masih belum ramai pengunjung.
Memasuki ruangan, ternyata dokter tak menanyakan lagi keluhan-keluhan kepada istriku. Biasanya menanyakan keluhan terlebih dahulu, mungkin kami sudah terlalu sering memeriksakan kandungan. Istriku berbaring, seorang perawat membuka sedikit baju bagian perut saja. Di beri pelumas agar sensor USG dapat berjalan mulus di permukaan perut. Rasanya dingin kata istriku. Kadang aku merinding melihat layar yg ditampilkan oleh alat yg bernama USG ini. Seorang anak bayi didalam perut istriku, Subhanallah sering aku ucapkan dalam hati, buah hatiku, keturunanku, cinta ketigaku setelah orangtua dan istriku ada didalam perut istriku. Ada rasa tak sabar utk mencium dan memeluknya. Tapi kekhawatiran akan tak sehat selalu terniang. Apakah itu wajar ? sebuah tendangan psikologis bagi calon seorang ayah ?
Hasil pemeriksaan, dokter memberitahukan kami bahwa si cabang bayi telah mengambil posisi utk lahir. Posisi yg sudah turun sehingga membuat vagina istriku sakit dan sering mau pup. Jika tak ada tanda kelahiran ditandai kontraksi maka kami harus datang lagi pada tgl 26 agustus 2010.
Bagaimana dengan perasaanku ? tidak jauh beda dengan istriku. Semua tercampur menjadi satu, hanya saja saya tidak sakit fisik.
Semoga nanti terlahir sehat, semoga saya menjadi ayah yg baik, semoga istriku kuat menjalani persalinan. “Insyallah aku akan berada disampingmu ketika kamu berteriak keras pada saat melahirkan”
Amien…..
Jul 4th, 2010 | Uncategorized | 11 Comments
Lagi-lagi ada segudang alasan aku tidak bisa nulis di blog ini. Waktu ? ada banyak kok, tenaga ? masih bisa anu setiap hari, koneksi ? lancar2 aja kok malahan facebook terus update ! Bagaimana dengan rasa malas ? nah, mungkin inilah jawaban yg tepat alasan kenapa aku tak “rajin” update blog ini.
Malas selalu diminati oleh sekelompok orang. Leyeh2 tuh hukumnya wajib kalo weekend kan ? nah, leyeh2ku sekarang bukan hanya weekend, tetapi di tambah setiap malam sepulang kerja.
Satu mei 2010 aku dan istri telah pindah ke rumah kontrakan baru, tepatnya rumah sewaan ! karena bayarnya perbulan sudah termasuk listrik dan air. Rumah sewaan ini dulunya adalah rumah anak Pak Adi selaku pemilik kontrakan. Tetapi karena anaknya merantau ke negara tetangga utk belajar, kami pun di beri kesempatan utk menempati rumah tersebut.
Sewa rumah tak sebebas merpati kata Kahitna. Gerak-gerik kita ini selalu waspada terhadap tetangga dan yg punya rumah. Dengan berbataskan dinding plywood, suara “kegiatan” kami sebelum tidur Insyallah terdengar jelas ketika menggunakan efek sound mendesah ! heheh… secara kamar tidur yg punya rumah tepat nempel didinding. Jangan2 dah ada lobang utk nonton live performance kami. *gak baik prasangka buruk!
Empat puluh tetangga dari sisi kiri, kanan, depan dan belakang adalah tetangga yg harus kita jaga keharmonisan. Kalimat yg kudengar dari pak ustadz ketika berceramah 30 menit sebelum Germany VS Argentina bergoyang. Ketepatan sosialisasi akan membawa kita kebahagiaan yg tak terkira. Kalimat pak Ustazd itu hanya memperkuat rasa sosialisasi yg memang harus ditingkatkan hari demi hari.
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita sakit ? TETANGGA !!!
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita masak ? TETANGGA !!!
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita bersih2 ? TETANGGA !!!
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita bercinta ? TETANGGA !!!
Siapa yg lebih dulu tau ketika kita “olah raga” ? TETANGGA !!!
Maka, baik2lah kepada tetangga walaupun tetangga tersebut membuat mulut kita morat-marit kiri kanan karena sewot, yg membuat dongkol kita setengah mampus. Tak ada maksud kok, hanya bersosialisasi dengan cara yg beda.
Tidak ada point tertentu tulisan kali ini, hanya sebuah pemanasan ketika ingin membangun ulang blog ini. Yow ! moga2 hari2 indah menghampiri semua umat didunia ini, terlebih yg mau baca tulisan-tulisan newbie dan pengantin newbie.