Pisah Ranjang (nanti)

Kebetulan istriku mendapat cuti hampir 2 minggu penuh. so, istriku yg cantik nan jelita ditambah seksi ikut nginep di rumah mertua, yang notabenenya adalah orangtuaku. Aku dan istriku bekerja di berbeda kota. Kenapa istriku tidak mengalah ? jangan salah faham dulu, itupun atas diskusi kami berdua. Tidak mudah utk hidup di jaman 2009 ini, so kami memilih utk bertahan selama lima hari utk tidak tidur bersama dan bertemu pada weekend saja. Istilah yg baru saya temukan adalah “SSN” (Saban Sabtu Nyetor) ! artinya tiap hari sabtu nyetor hehehe…

Samarinda – Balikpapan memang hanya 2 jam yg jaraknya kurang lebih 115 km. bukan masalah jaraknya, sangat di pastikan bolak-balik antara dua kota itu dapat buat orang mabuk darat ! jika tak biasa. Surabaya – malang masih terlihat ramai kiri kanan. Walaupun kurang lebih 2 jam juga. Tapi samarinda – balikpapan, alhamdulillah kanan kiri masih hutan ! hijau dan menyeramkan. Bukan takut hantu atau makhluk yg tak terlihat oleh mata. Tetapi lebih takut kepada bentuk kecelakaan atau premanisme. Ah.. itu Allah yg mengatur hidup kita.

Bagi kami, berpisah lima hari utk bekerja lumayan berat. Ngalahin berat badan istriku yg mulai naik hari demi hari. Maklumlah, supply protein dariku kedalam tubuh istriku selalu aku tingkatkan sedikit demi sedikit. Jadi, cuti yg diberikan oleh kantor kami karena baru menikah, digunakan sedemikian rupa sehingga manten baru ini berkesan utk hidup berikutnya.

Simpanlah rindu utk hari berikutnya, perjalanan kami sebagai keluarga baru akan segera dimulai. Jurnal yg harus ditulis akan segera di goreskan. Utk berdomisili dimana kami nanti akan muncul seiringnya waktu. Nikmati saja minggu2 liburan ini.