Telanjang Sebelum Menikah

Setiap hubungan tidak ada yg pernah berjalan dengan mulus. Walaupun setiap keluarga dari kedua belah pihak sudah setuju, masih ada pihak lain yg ingin menggangu. Pihak eksternal inilah yg membuat hubungan kami ini selalu membuat kami membahasnya dengan serius. Tanpa tawa dan senyum2 malu. Sebut saja nama pria ini Adi. Pria yg menyandang mantan kekasihnya tengah memburu kami utk sesuatu yg tak jelas. Awalnya aku di message lewat facebook dengan memberi selamat. Selanjutnya pemberian selamat itu berubah menjadi suatu pesan yg ingin membuat aku berfikir dua kali utk menikahi dia. Ada apa ini ?! dia yg kirim selamat lewat message, tapi setelah itu melarang hubungan ! sebuah pesan yg PLIN-PLAN.

Sengaja kami bercerita satu sama lain tentang segala hal. Baik buruk kami telah diketahui masing2 pihak. Aku menyebutnya “Telanjang sebelum Menikah”. Semua rahasia harus kami bongkar sebelum Ijab Kabul dilaksanakan. Karena bagiku suami istri itu adalah satu, rahasiamu adalah rahasiaku, dirimu adalah diriku, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku, kesedihanmu adalah kesedihanku. Semua rasa harus menjadi satu. Oleh karena itu aku menginginkan keterbukaan utk semua rahasia yg ada pada diri masing2. Setidaknya lebih baik mendengar sikap buruk dari mulut calon pasangan hidup kita ketimbang dari pihak ketiga, betul tak ?

Karena aku telah mendengar semua dari dia, aku tak perlu menghiraukan apapun kata2 dari Adi. Rasa cinta bagiku adalah percaya, jika kita tanam rasa percaya maka cinta itu pasti ada, jika rasa percaya tidak ada maka cinta itu buta ! itu dulu yg mesti ditanam dalam setiap hubungan. Insyallah tidak ada lagi pertengkaran yg disebabkan oleh pihak ketiga.
→ continue reading