Apr 20th, 2010 | Uncategorized | 9 Comments
Kesalahfahaman tentang bagaimana membahagiakan suami banyak dialami oleh para istri2. Kadang hal simple semacam ini bisa memacu kerusuhan dalam rumah tangga.
“Aku kan dah layani kamu mas ?! bangun lebih pagi, buatin sarapan dan lain-lain ! kok kamu-nya gini sih !” rengek istri
“Lah, yg mau dilayani siapa ????” bela suami.
Percakapan yg saya dengar dari tetangga sebelah rumah saya di hiruk pikuk pagi yg dingin setelah hujan deras sejak jam 3 subuh. Kesalahfahaman ini juga terjadi di keluarga mungilku. Ternyata istriku terlihat stress 3 bulan terakhir. Berkat diskusi sebelum ehem2, akhirnya aku mendapat kesimpulan, istriku terlalu lelah di setiap malam, pagi dan hari2 lainnya. Kenapa ? dia selalu ingin membahagiakan aku sebagai suami tanpa tau apa yg aku inginkan. Dengan pemikiran dia, selalu bangun pagi menanyakan aku mau sarapan apa, sepulang kerja aku ingin di buatkan apa, dan mencium pipiku ketika aku melamun. Kadang hal2 itu membuatku ilfil.
Jam sembilan malam, kami berdiskusi bagaimana dia harus menjalani peran sebagai istri. Melayani suami, bekerja hingga sore, masak ketika weekend tiba. Tapi dengan keinginanku.
“Aku ingin kamu bahagia sayang, tapi bagaimana itupun aku tak tau caranya. Karena cara yg biasa aku merasa kurang” jelas istriku
“Apakah kamu pernah bertanya, apa yg aku inginkan ?” tanyaku balik
“…….”
Sunyi senyap di samping. Dengan melihat plafon rumah, kami berbaring dan ku jelaskan apa yg kuinginkan selama berumahtangga.
Selama ini aku adalah pria yg paling bahagia ketika melihat, senyummu terlempar tulus kewajahku, bibir hangatmu berlari mengejar pipiku, tawamu yg sehat memecah belah sunyi senyap, bekerja di kantor dengan profesional, dan hal simple lainnya. Kamu tak perlu memikirkan keadaanku ketika kamu sakit, tak perlu mengkhawatirkan ku ketika aku saat bekerja. Aku adalah pria yg seharusnya lebih mengkhawatirkanmu. Apakah karena kita sama-sama anak pertama, sehingga perhatian kita terhadap orang lain selalu lebih dari biasanya ?
→ continue reading
Jan 6th, 2010 | Uncategorized | 8 Comments
Allah bekerja sangatlah misterius. Aku sering menemukan bahwa remaja yg belum menikah sangat gampang “bikin anak”. 20% teman2 smu dan kuliahku selalu terlilit masalah hamil diluar nikah. Rata2 wajah mereka selalu kusut kayak benang layangan abis kalah bertarung setelah menemukan pacarnya hamil, padahal kan emang ngelakuinnya dengan sadar. Apakah itu terlihat susah ? proses pembuatan nikmatnya minta ampun. Dan si Ampun gak pernah kasih !
Bagiku, tidaklah mudah utk memproduksi anak bagi pria dan wanita yg sudah menikah. Banyak teman2ku juga yg sudah menikah lebih dari satu tahun belum juga mendapatkan momongan walaupun sudah berusaha maksimal. Maksimal disini dikatakan sudah mencoba beberapa posisi yg menunjang dan bolak balik ke dokter. Si dokter juga dah komat-kamit, bolak-balik ngecek kesuburan si pria dan wanita.
Aku pernah membaca tentang seks kalender. Dengan menghitung hari kesuburan si wanita, jadi kita mesti tau kapan menembakkan sperma di dalam atau diluar, pada ngerti kan kalo “nembak” di luar dan didalam ? Pengetahuan seperti itu mestinya dipelajari dengan seksama, kata iklan2 layanan masyarakat “teliti sebelum menembak” jadi kualitas sperma bisa dipersiapkan secara maksimal. Tiga kata “Kental, sehat dan kencang” !!
Nah, ada juga yg berpendapat, semua kembali kepada sang pencipta. Karena apapun yg terjadi semua atas kuasaNya. Tapi usaha boleh dunk ! pegimane ? itu kata Mandra.
Apa aja sih yg di persiapkan utk membuat anak ? berikut akan aku jabarkan sesuai dengan pengalaman selama proses. Tapi belum manjur nie, masih dag dig dug nunggu hasil beberapa minggu kedepan. Tapi apa salahnya membeberkan tahap awal.
Proses produksi sperma setiap pria ada pada jam 3 – 5 sore hari. Selama proses produksi sperma, usahakan para pria menelan banyak protein dalam kandungan nasi, ikan dan putih telur. Dalam proses produksi tersebut jangan lupa hitung pun masa kesuburan si wanita, hanya 4 hari kesuburan setiap bulannya, kadang gak sampe 4 hari, tapi hanya SATU HARI ! Masa kesuburan adalah seminggu setelah datang si bulan, seminggu pula sebelum si bulan datang.
→ continue reading